Ketahuilah sesungguhnya awal langkah yang kita ayunkan untuk menuju kepada Allah adalah memperbaiki taubat dan selalu kembali kepada Allah. Inti dari taubat adalah penyesalan. Apabila seseorang sungguh-sungguh menyesal, barulah ia bertaubat kepada Allah. Sedangkan jika tak sempurna penyesalan tersebut, maka taubatnya pun tak sempurna.
Barang siapa yang tak bertaubat kepada Allah, maka ia pun tak akan mendapatkan kedudukan di sisi-Nya. Karena taubat adalah pintu yang sangat agung untuk mendapatkan mahabbah (rasa cinta) dari Allah.
Allah berfirman; "Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang senantiasa bertaubat."
Wahai saudaraku, Ketahuilah bahwa asas menuju kepada Allah adalah melalui ilmu. Dengan ilmulah kita mempunyai kunci dalam mengikuti jejak Rasulullah (ittiba’). Yaitu ilmu yang kita ambil dengan niat untuk diamalkan dan diajarkan.
Makna ittiba’ adalah bagaimana kita selalu mengikuti jejak Rasulullah saw. Sir/rahasia dalam hal ini adalah bagaimana seseorang meninggalkan keinginan hawa nafsunya untuk sibuk melakukan apa-apa yang diinginkan Allah.
Martabat ittiba’ terbagi menjadi 4 tahap, yaitu:
1. Meninggalkan larangan Allah dan menjalankan perintah Allah.
2. Menjaga sunnah dan meninggalkan yang makruh.
3. Mengikuti adab-adab muamalah yang mubah disertai niat untuk meneladani Rasulullah.
4. Sungguh-sungguh bermujahadah dengan memerangi hawa nafsu karena Allah.
Martabat ke-4 ini adalah tahapan yang paling agung. Jika mujahadah ini didasari ketulusan dalam meneladani Rasulullah, maka akan menimbulkan dampak pada hatinya. Yaitu niscaya ia akan merasakan suatu kelezatan setelah sebelumnya menelan kepahitan (ketika bermujahadah).
Sebagaimana Rasulullah bersabda; "Tak beriman seseorang di antara kalian, hingga hawa nafsunya mengikuti apa-apa yang dibawa Allah dan Rasul-Nya".
Sayyidina Anas ra. adalah seseorang yang telah mencapai tahapan yang tertinggi ini. Hatinya telah dipenuhi dengan mahabbah kepada Rasulullah. Hingga ia pun mengikuti semua yang dilakukan Rasulullah. Tak hanya dalam perkara ubudiyah, bahkan sampai makan dan minum Rasulullah pun ia ikuti. Ia berkata; "Aku senantiasa mencintai labu semenjak aku melihat Rasulullah memakannya".
Untuk lebih jelaskan bisa di lihat disini
Blog Archive
-
▼
2014
(24)
-
▼
November
(18)
- Manajemen Waktu
- Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW
- Tawazun
- Kebutuhan Manusia terhadap Rasul
- Tugas SQL (Basis Data)
- Tugas Rasul
- Sifat-sifat utama Nabi Muhammad SAW
- Ma’rifatur Rasul
- Ilmu Allah
- Syarat-syarat Diterimanya Syahadatain
- Kandungan Kata “Ilah”
- Kandungan Syahadat
- Makna Dua Kalimat Syahadat
- Islam Adalah Agama Universal
- Makna Islam
- Rancangan Pembuatan Usaha Perdagangan
- Jawaban UTS SISFO
- Teknik Normalisasi
-
▼
November
(18)
Popular Posts
-
Jangan diketawain ya, saya buat ini 2 hari karna binung logikanya. Biasa masih newbie banget. Langsung aja ini code nya.
-
Edmodo adalah sosial media untuk pembelajaran, sebuah website yang dibuat untuk pembelajaran jarak jauh. Pengguna Edmodo dibagi men...
-
MODEL DATA Model data dapat dikelompokkan berdasarkan konsep pembuatan deskripsi struktur basis data, yaitu:
-
Asyhadu alla ilaaha illallah Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah Setiap hari, dua kalimat ini selalu dikumandangkan dalam adzan, i...
-
Kalau kita cermati al-Qur’an dan as-Sunnah, akan kita dapati nash-nash yang menyatakan bahwa ada beberapa hal yang membatalkan syahadat y...
-
1. a. Komponen Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, p...
-
Allah SWT telah menciptakan alam ini dengan system yang menyeluruh. Satu sama lain saling berkaitan dan masing-masing mempunyai manfaat y...
-
Realitas tertambah, atau kadang dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan b...
-
Sahabat Nabi yang bernama Bilal bin Rabah, kuat bertahan menerima siksaan berupa ditindih oleh batu besar di tengah terik matahari yang m...