Sabtu, 15 November 2014

Tugas Rasul

Kalau Allah menghendaki, bisa saja Allah memberi petunjuk kepada manusia secara langsung. Akan tetapi untuk suatu hikmah yang dikehendaki-Nya, Allah mengutus para rasul dengan tugas-tugas yang telah ditentukan. Tugas Rasul secara umum sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an adalah mengemban risalah dakwah dan menegakkan diinullah.

Sifat-sifat utama Nabi Muhammad SAW

Sifat-sifat utama Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani
Tiadalah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian alam.”  (Quran s. al- Anbiya : 107)
Peribadi Nabi Muhammad s.a.w. sungguh menarik hati seluruh manusia yang mengakui kebenaran, keperibadian Rasulallah jelas diterangkan dalam al-Quran antaranya Allah berfirman yang bermaksud:

Ma’rifatur Rasul

Dari segi bahasa, rasul berasal dari kata ‘rasala’ yang berarti mengutus. Sedangkar rasul, adalah bentuk infinitif (baca; masdar) dari kata ‘rasala’ ini

berarti utusan, atau seseorang yang diutus. Adapun dari segi istilahnya rasul adalah:

الرَّجُلُ الْمُصْطَفَي الْمُرْسَلُ مِنَ اللهِ بِالرِّسَالَةِ إِلَى النَّاسِ



Ilmu Allah

Allah SWT telah menciptakan alam ini dengan system yang menyeluruh. Satu sama lain saling berkaitan dan masing-masing mempunyai manfaat yang berbeda. Allah yang menciptakan alam ini, sehingga Maha Mengetahui segala sesuatu dari yang paling kecil hingga yang amat sangat besar. Karena itu Allah menjadi sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Allah sebagai Al ‘Aliim terhadap sumua jenis ilmu, tidak hanya tentang ilmu agama melainkan semua ilmu yang ada dimuka bumi baik yang ghoib maupun yang nyata, sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al Hasyr ayat 22:  “Dia-lah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. “

Rabu, 12 November 2014

Syarat-syarat Diterimanya Syahadatain

Kalau kita cermati al-Qur’an dan as-Sunnah, akan kita dapati nash-nash yang menyatakan bahwa ada beberapa hal yang membatalkan syahadat yang telah diucapkan. Hal ini karena syahadat menuntut adanya konsekuensi dan komitmen. Syahadat baru benar dan dapat diterima apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: